Sejarah Instrumen Trumpet
Instrument
trumpet pada awalnya pertama kali ditemukan di eropa barat yakni diantara masa
jatuhnya kerajaan romawi pada abad 16. Kebanyakan instrument musik dalam bentuk
aslinya memasuki daratan eropa dari timur melalui Byzantium, sedangkan dari
arah lain yaitu dari timur laut melalui pantai baltik atau melalui kerajaan
islam afrika utara. Pada masa itu belum terdapat keseragaman bentuk instrument
musik, dan juga apabila dilihat dari segi teknik permainannya adalah masih
sangat sederhana yang jauh berbeda dengan yang kita kenal pada masa sekarang.
Secara nyata instruent musik yang dimaksud diatas, yang dapat kita yakini adalah
bentuk umum konstruksinya dan juga cara memengangnya. Namun demikian pada Zaman
Renesan telah menunjukkan suatu kemajuan teknik yang cermat dan disamping itu
merupakan peristiwa bersejarah yang membukakan perhatian pada seniman untuk mengungkapkan kebebasan perseorangan yang
baru. Instrument musik zaman ini sebagai suatu komposisi gambaran yang tidak
begitu memperhatikan fungsionalnya. Misalnya lukisan emas di national galery
london, dimana phillipino lippis sempat menyumbangkan pikiran tentang sebuah komposisi trumpet lipat ( Valdet Trumpet ) Pada abad 15
yang berbeda dengan korno romawi.
Trumpet
adalah suatu instrument musik dan ide terwujudnya instrument tersebut
menggunakan prinsip dari tabung bersuara seperti yang dilakukan oleh para
pemburu maupun penjaga pos dengan tanduk binatang. Kemudian oleh salah seorang
pekerja logam mulai merintis pembuatan trumpet dari lempengan logam, meskipun
mengalami perubahan berulang – ulang sehingga dapat menghasilkan suara yang
mirip dengan suara instrument
musik
tiup dari tanduk binatang. Namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bentuk dasar
instrument trumpet yang sekarang adalah hasil litus bangsa romawi. Karna
trumpet di roma lazimnya digunakan pada acara kemiliteran. Bahkan instrument
trumpet telah memiliki status sosial karna instrument seperti trumpet dan
tambur hanya dimliki oleh militer atau bangsawan/kerajaan.
Perubahan
trumpet dari tanduk binatang menjadi trumpet yang kita kenal sekarang dimulai
sejak tahun 1300 dengan trumpet bentuk V yang mendatar dan renggang ( luas ).
Kemudian secara bertahap lengkungan bentuk V tersebut dipersempit dan akhirnya
menjadi bentuk yang saling bertindih. Dari tahun ke tahun ternyata bentuk
trumpet semakin pendek, bahkan ada yang melingkar. Dari bentuk yang melingkar
di atas, kemudian berkembang menjadi bentuk melingkar 3 kali ulang dan ternyata
hasilnya sangat memuaskan. Bentuk melingkar ini pada mulanya tidak
memperhatikan tempat khusus untuk memegang trumpet, dan oleh karna itu terdapat
kelemahan yaitu struktur tidak stabil. Berikut ini diberikan gambaran
pentahapan bentuk trumpet dari abad 13 hingga abad 18, dan sebagai berikut :
Tahap
pertama :
Berbentuk kelak
kelok atau Zig Zag yang melebar pada suatu bidang. Bentuk ini didapat pada
sekitar abad 13 sampai 14.
Tahap
kedua :
Berbentuk kelak
kelok sempit.
Tahap ketiga :
Berbentuk kelak
kelok sempit di dua tempat. Bentuk ini didapat sekitar abad 15 sampai abad.
Tahap keempat :
Suatu variasi
dari bentuk “C” dengan mouthpiece dan bell yang bersilangan. Bentuk ini muncul
pada abad 17 maupun pada awal abad 18 dan dipergunak oleh para ahli di Inggris.
Adapun
pengrajin/pembuat trumpet yang hasil kerjannya dianggap paling baik hingga
tahun 1795 ialah Johhan Wilhelm Hass ( 1649 – 1760 ). Selain Nurnberg, di
beberapa kota di eropa pada abad 16, 17 dan 18 terdapat juga para pengrajin
trumpet, yakini di Wina ( Vienna ), Praha ( Prague ) dan London. Pada tahun
1808 Jhon Hyde menemukan bentuk trumpet baru yang kemudian disebut bentuk “K”,
trumpet jenis ini termasuk jenis trumpet lincir buatan Inggris yang lazim
disebut Slide Trupet. Setelah trumpet lincir seperti diterangkan di atas maka
pada tahun 1810 lahirlah bentuk trupet yang baru yang disebut bugel lincir
buatan Perancis dengan bentuk yang lebih kecil dari pada trumpet lincir Inggris,
dan kemudian dikenal dengan Trumpet Lincir perancis.
Suatu
hal yang perlu dicatat bahwa kedua macam trumpet lincir ini memiliki kemampuan
yang memungkinkan seorang pemain dapat memainkan nada – nada kromatis. Pada
masa sekarang trumpet lincir semacam itu
tidak dipergunakan lagi dan statusnya berubah menjadi barang antik. Selain kedua macam trumpet lincir pada tahun
1800 sampai 1900, sebenarnya para ahli pembuat instrument trumpet pernah mereka
– reka untuk mencari bentuk trumpet yang diharapkan dapat memproduksi nada –
nada yang lengkap secara kromatis. Gagasan sepeti itu antara lain dicetuskan
oleh Stoel Zeel, seorang pemain oboe di Jerman pada tahun 1817, yang berhasil
membuat trumpet dengan menggunakan sebuah Valve atau Piston. Kemudia Henry Diston
mengembangkan gagasan tersebut menggunakan tujuh buah Valves yang setara dengan
tujuh posisi trombon juga menggunakan tujuh bell.
Setelah
Bach meninggal dunia maka pada tahun 1829 ternyata pembuatan trumpet banyak
mengalami kesalahan. Tetapi setelah terjadi kerja sama antara para ahli musik
dan para ahli akustik serta para pemain trumpet maka dapat dihasilkan trumpet
yang memiliki mutu nada yang indah. Berhubung perkembangan bentuk trumpet yang
pernah dicetuskan oleh Stoelzel dan Henry Piston seperti telah diterangkan di
atas ternyata tidak praktis dan tidak efisien,
akhirnya bentuk trumpet tersebut berhasil disempurnakan oleh Adolphe Sax
( Antonie – Joseph ) tahun 1819 sampai 1894 yakini menggunakan tiga buah Valves
dan sebuah Bell saja, sebagaimana bentuk trupet pada masa sekarang.
\Menambah wawasan... \thanks
BalasHapusWelcome Mr
Hapus