Jumat, 07 Maret 2014

Musik Menjadi 'Agama'?

Description: Musik Menjadi 'Agama'?
Musik Menjadi 'Agama'?
Musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan seluruh orang di dunia. Bahkan terkadang sebuah band pun memiliki kekuatan untuk menghipnotis dan membuat orang tergila-gila karena lagunya.
Band yang memiliki karya dan performa dahsyat pun akan memiliki sebuah basis fans yang banyak. Para diehard fans inilah yang selalu menyukseskan dan mengangkat band tersebut menjadi besar.
Namun terkadang kelakuan para diehard fans bisa menjadi berlebihan. Pemujaan yang berlebihan bahkan tak sedikit yang mengkultuskan band tersebut menjadi sebuah 'agama.' Terkadang pemujaan para fans ini bisa menjadi hal yang positif atau menjadi buruk. Lantas siapa saja band atau musisi yang dipuja-puja secara berlebihan oleh fansnya?
Iron Maiden
Legenda hidup heavy metal asal British memiliki massa yang sangat banyak di seluruh dunia. Banyak hal yang bisa disukai dari band ini, mulai dari penampilan, konsep musik serta liriknya. Musik Iron Maiden sendiri dianggap memiliki hal positif dari lirik yang mereka sampaikan. Hal inilah yang membuat para fans mengatakan jika Iron Maiden adalah sebuah agama bagi mereka.
Meski para personel Iron Maiden tidak setuju namun mereka tak bisa mencegah kelakuan para fans. Seperti dikutip dari video dokumenter Iron Maiden: Flight 666 yang disutradarai oleh Scott Dunn, diceritakan seorang fans Iron Maiden asal Brazil yang juga seorang pastor mengatakan jika Iron Maiden adalah 'agama' untuknya. Dia mengaku hidupnya diselamatkan oleh lagu-lagu dari band yang masih eksis hingga kini. Dia juga mengajarkan jemaatnya dengan lagu-lagu dari Iron Maiden yang dikaitkan dengan injil yang menurutnya berkaitan.
The Beatles
Tahun 60-70an dunia diledakkan dengan gelombang pop yang diusung oleh The Beatles. Kuartet asal Inggris ini membuat para pemuda di seluruh dunia menggilainya, dan puncaknya saat The Beatles hijrah ke Amerika. Konser yang mereka gelar setiap Sabtu atau Minggu dipastikan selalu sold out dan dipenuhi oleh fans yang rata-rata wanita.
Banyaknya fans yang datang ke konser The Beatles setiap Minggu membuat John Lennon membuat kesimpulan jika The Beatles lebih besar dari Jesus. Pasalnya orang lebih memilih untuk pergi ke konser daripada ke gereja. Namun quote inilah yang menjadi blunder bagi John dan harus ditebus dengan nyawa. John ditembak oleh fans yang merasa kecewa atas pernyataannya.
Kiss
Nama band rock legendaris ini sempat menimbulkan kontroversi seiring penampilan mereka yang menyeramkan. Banyak yang mengindentikkan bahwa Kiss adalah band satanis, dan akronim Kiss sendiri kepanjangan dari Knights In Satan Service dan Kids In Satan Service. Namun hal tersebut tidak pernah terbukti.
Morrissey
Bagi fans, Morrissey adalah seorang dewa. Mereka memuja penyanyi ini lantaran memilki karya dan suara yang bagus. Penyanyi yang baru saja menggelar konser di Indonesia ini diakui memiliki kharisma yang memikat dan membuat fansnya terpesona.
Sebenarnya masih banyak lagi musisi yang dipuja-puja oleh fansnya seperti Nirvana, Michael Jackson, Elvis Presley, Lady GaGa atau Super Junior. Kecintaan diehard fans akan idolanya memang sangat tinggi, dan terkadang berlebihan seperti menganggap mereka dewa atau Tuhan misalnya. Dan terkadang menimbulkan reaksi keras dari kaum religius yang tak sependapat.

Sebenarnya hal tersebut hanya perlu ditanggapi secara bijak. Pasalnya ini hanyalah luapan dari ekspresi dari para fans. Setiap orang pasti memilki seorang idola yang dipuja dan pasti akan menyanjungnya. So be wise.

Sejarah Instrumen Trumpet

Sejarah Instrumen Trumpet
Instrument trumpet pada awalnya pertama kali ditemukan di eropa barat yakni diantara masa jatuhnya kerajaan romawi pada abad 16. Kebanyakan instrument musik dalam bentuk aslinya memasuki daratan eropa dari timur melalui Byzantium, sedangkan dari arah lain yaitu dari timur laut melalui pantai baltik atau melalui kerajaan islam afrika utara. Pada masa itu belum terdapat keseragaman bentuk instrument musik, dan juga apabila dilihat dari segi teknik permainannya adalah masih sangat sederhana yang jauh berbeda dengan yang kita kenal pada masa sekarang. Secara nyata instruent musik yang dimaksud diatas, yang dapat kita yakini adalah bentuk umum konstruksinya dan juga cara memengangnya. Namun demikian pada Zaman Renesan telah menunjukkan suatu kemajuan teknik yang cermat dan disamping itu merupakan peristiwa bersejarah yang membukakan perhatian pada seniman untuk  mengungkapkan kebebasan perseorangan yang baru. Instrument musik zaman ini sebagai suatu komposisi gambaran yang tidak begitu memperhatikan fungsionalnya. Misalnya lukisan emas di national galery london, dimana phillipino lippis sempat menyumbangkan pikiran tentang sebuah komposisi  trumpet lipat ( Valdet Trumpet ) Pada abad 15 yang berbeda dengan korno romawi.
Trumpet adalah suatu instrument musik dan ide terwujudnya instrument tersebut menggunakan prinsip dari tabung bersuara seperti yang dilakukan oleh para pemburu maupun penjaga pos dengan tanduk binatang. Kemudian oleh salah seorang pekerja logam mulai merintis pembuatan trumpet dari lempengan logam, meskipun mengalami perubahan berulang – ulang sehingga dapat menghasilkan suara yang mirip dengan suara instrument
musik tiup dari tanduk binatang. Namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bentuk dasar instrument trumpet yang sekarang adalah hasil litus bangsa romawi. Karna trumpet di roma lazimnya digunakan pada acara kemiliteran. Bahkan instrument trumpet telah memiliki status sosial karna instrument seperti trumpet dan tambur hanya dimliki oleh militer atau bangsawan/kerajaan.
Perubahan trumpet dari tanduk binatang menjadi trumpet yang kita kenal sekarang dimulai sejak tahun 1300 dengan trumpet bentuk V yang mendatar dan renggang ( luas ). Kemudian secara bertahap lengkungan bentuk V tersebut dipersempit dan akhirnya menjadi bentuk yang saling bertindih. Dari tahun ke tahun ternyata bentuk trumpet semakin pendek, bahkan ada yang melingkar. Dari bentuk yang melingkar di atas, kemudian berkembang menjadi bentuk melingkar 3 kali ulang dan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Bentuk melingkar ini pada mulanya tidak memperhatikan tempat khusus untuk memegang trumpet, dan oleh karna itu terdapat kelemahan yaitu struktur tidak stabil. Berikut ini diberikan gambaran pentahapan bentuk trumpet dari abad 13 hingga abad 18, dan sebagai berikut :
Tahap pertama :
Berbentuk kelak kelok atau Zig Zag yang melebar pada suatu bidang. Bentuk ini didapat pada sekitar abad 13 sampai 14.
Tahap kedua :
Berbentuk kelak kelok sempit.
Tahap ketiga :
Berbentuk kelak kelok sempit di dua tempat. Bentuk ini didapat sekitar abad 15 sampai abad.
Tahap keempat :
Suatu variasi dari bentuk “C” dengan mouthpiece dan bell yang bersilangan. Bentuk ini muncul pada abad 17 maupun pada awal abad 18 dan dipergunak oleh para ahli di Inggris.
Adapun pengrajin/pembuat trumpet yang hasil kerjannya dianggap paling baik hingga tahun 1795 ialah Johhan Wilhelm Hass ( 1649 – 1760 ). Selain Nurnberg, di beberapa kota di eropa pada abad 16, 17 dan 18 terdapat juga para pengrajin trumpet, yakini di Wina ( Vienna ), Praha ( Prague ) dan London. Pada tahun 1808 Jhon Hyde menemukan bentuk trumpet baru yang kemudian disebut bentuk “K”, trumpet jenis ini termasuk jenis trumpet lincir buatan Inggris yang lazim disebut Slide Trupet. Setelah trumpet lincir seperti diterangkan di atas maka pada tahun 1810 lahirlah bentuk trupet yang baru yang disebut bugel lincir buatan Perancis dengan bentuk yang lebih kecil dari pada trumpet lincir Inggris, dan kemudian dikenal dengan Trumpet Lincir perancis.
Suatu hal yang perlu dicatat bahwa kedua macam trumpet lincir ini memiliki kemampuan yang memungkinkan seorang pemain dapat memainkan nada – nada kromatis. Pada masa sekarang  trumpet lincir semacam itu tidak dipergunakan lagi dan statusnya berubah menjadi barang antik.  Selain kedua macam trumpet lincir pada tahun 1800 sampai 1900, sebenarnya para ahli pembuat instrument trumpet pernah mereka – reka untuk mencari bentuk trumpet yang diharapkan dapat memproduksi nada – nada yang lengkap secara kromatis. Gagasan sepeti itu antara lain dicetuskan oleh Stoel Zeel, seorang pemain oboe di Jerman pada tahun 1817, yang berhasil membuat trumpet dengan menggunakan sebuah Valve atau Piston. Kemudia Henry Diston mengembangkan gagasan tersebut menggunakan tujuh buah Valves yang setara dengan tujuh posisi trombon juga menggunakan tujuh bell.

Setelah Bach meninggal dunia maka pada tahun 1829 ternyata pembuatan trumpet banyak mengalami kesalahan. Tetapi setelah terjadi kerja sama antara para ahli musik dan para ahli akustik serta para pemain trumpet maka dapat dihasilkan trumpet yang memiliki mutu nada yang indah. Berhubung perkembangan bentuk trumpet yang pernah dicetuskan oleh Stoelzel dan Henry Piston seperti telah diterangkan di atas ternyata tidak praktis dan tidak efisien,  akhirnya bentuk trumpet tersebut berhasil disempurnakan oleh Adolphe Sax ( Antonie – Joseph ) tahun 1819 sampai 1894 yakini menggunakan tiga buah Valves dan sebuah Bell saja, sebagaimana bentuk trupet pada masa sekarang.

Musik, salah satu proses kebudayaan manusia


Musik adalah salah satu proses kebudayaan manusia dalam bentuk bunyi-bunyian yang memiliki unsur melodi,irama, dan tempo. Selain itu juga musik merupakan gambaran kehidupan sosial masyrakat pemilik budaya tersebut yang dapat dihasilkan dan didengarkan dari hasil karya pemusik tradisional yang sudah turun-temurun dan sudah tersosialisasikan dala kehidupan masyarakat yang berkembang sesuai perkembangan jaman. Musik batak sebagai contoh, yang memliki ciri khas sebagai musik polymelody. Polymelody artinya bahwa instrument musik yang terdapat didalam musik tradisi batak toba semuanya membawakan melodi utama.